tentang perempuan
Kamis, 25 Oktober 2012
keputihan
pertanyaan :
Mbk ciri2 keputihan itu sprti apa ya...
Trus apa penyebab dan akibat dri keputihan...
Tolong d'jawab y mbk,
Terima kasih
Jawaban :
KEPUTIHAN, APAKAH NORMAL?
Keputihan : apakah normal ?
Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 22 - 07 - 2008 | 198 komentar
Dokter sehat – Keputihan atau dalam bahasa kedokteran disebut leukore
atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan
secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar,
namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit.
Sebenarnya keputihan dapat dibedakan atas gejala keputihan yang timbul.
Gejala tersebut bisa diamati dari sifat sifat cairan yang keluar saat
keputihan berlangsung. Sumber cairan sendiri bisa berasal dari vagina,
cairan leher rahim, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba
falopii.
Bila cairan yang keluar jernih, berlendir banyak namun tidak berbau
maka hal ini merupakan sesuatu yang normal terjadi saat seorang wanita
menjelang menstruasi, kelebihan hormon estrogen dan stress. Keputihan
seperti ini juga sering dijumpai pada wanita hamil.
Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak
dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi
radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).
Cairan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak
dan lembab, maka kemungkinan wanita tersebut menderita vaginitis,
servisitis, gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat
pengobatan kanker dengan radiasi. Warna coklat timbul akibat perdarahan
yang terjadi akibat kelainan tersebut.
Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air,
sangat banyak dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan
wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain
yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.
Jika cairan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi
tidak berbau maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non
spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang wanita kelebihan hormon
estrogen.
Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau
apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar
kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang
disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering
hinggap di kemaluan seorang wanita.
Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat
banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar
kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi
infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.
Terakhir, bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat
banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah
sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi
yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.
Apabila anda menjumpai keputihan yang tidak baik sebagaimana uraian
diatas, ada baiknya berkonsultansi dengan dokter terdekat. Keterlambatan
pengobatan akan membuat komplikasi. Umumnya adalah kuman yg telah naik
ke panggul sehingga terjadi penyakit yang dikenal dengan penyakit radang
panggul. Komplikasi jangka panjang ldapat menimbulkan kemandulan akibat
rusak dan lengketnya organ organ dalam kemaluan (contoh: tuba
fallopii).
TENTANG KANKER SERVICK, GEJALA, CIRI" DAN PENYEBABNYA ...
TENTANG KANKER SERVICK, GEJALA, CIRI" DAN PENYEBABNYA ...
Kanker Serviks merupakan salah satu dari sederet jenis kanker yang
mematikan. Tetapi, bukan berarti, apabila anda terkena penyakit kanker
serviks ini, sudah dapat dipastikan akan segera meninggal. Walaupun
pengobatan kanker serviks cukup memakan waktu, kini dengan menggunakan
metode pengobatan NY Djamilah Najmuddin, alhamdulillah penyakit HPV dan
kanker serviks dapat ditangani dengan tuntas dan dapat dibuktikan dengan
hasil laboratorium tentunya.
Walaupun penyakit ini dapat
disembuhkan, bukan berarti anda tidak perlu mengetahui informasi
mengenai penyakit kanker serviks, di bawah ini kami akan coba bahas
secara lengkap dengan menggunakan metode tanya jawab yang sering di
tanyakan oleh para pasien kami seputar kanker serviks dan penyebabnya.
Semoga bermanfaat.
Apa itu kanker serviks?gambar kanker serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan yang
menyerang leher rahim atau cervix, yaitu bagian terendah dari rahim yang
menonjol ke puncak liang sanggama (vagina).
Apakah kanker serviks menular?
Perlu digaris bawahi bahwa KANKER TIDAK MENULAR! Akan tetapi, ada
beberapa faktor yang meningkatkan resiko berkembangnya kanker serviks.
Salah satu yang paling penting adalah terinfeksi human papillomavirus
(HPV), yang ditularkan lewat kontak seksual. Jadi, yang ditularkan bukan
kanker serviks akan tetapi penyebabnya atau virus HPV tersebut.
Sehingga kanker serviks tidak akan menular melalui jabat tangan,
keringat, tukar menukar pakaian dll.
Lalu, penyebab kanker serviks itu apa?
Banyak faktor berkaitan dengan penyebab kanker serviks atau kanker
leher rahim . Di antara yang paling penting adalah terinfeksi human
papillomavirus (HPV) berisiko tinggi, sekarang dipahami mempunyai peran
penting dalam perkembangan kanker serviks. Namun, di samping infeksi
HPV, para peneliti telah mengenali sejumlah faktor lain yang penting
bagi penyebab kanker serviks. Di antaranya adalah indikator dari
aktivitas seksual, termasuk jumlah jumlah pasangan seksual, umur saat
melakukan seksual pertama kali, berapa kali sudah hamil, dan sejarah
penyakit menular seksual.
Faktor-faktor penyebab lain yang
dikenali termasuk merokok, terpapar pada diethylstilbestrol sewaktu ibu
Anda mengandung Anda, dan terifeksi human immunodeficiency virus (HIV).
Akhirnya, pihak yang beresiko terpapar penyakit kanker serviks adalah
perempuan yang sudah aktif secara seksual dan berusia lanjut.
Tiap daerah belahan dunia memiliki kecenderungan penyakit kanker yang
berbeda-beda. Di Korea dan Jepang, didominasi penyakit kanker pada
lambung. Di India, didominasi penyakit kanker pada oral/rongga mulut. Di
Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain, penyakit kanker
didominasi kaum wanita yaitu kanker serviks dan kanker payudara.
Tahukah anda bahwa kanker serviks (kanker leher rahim) adalah kanker
penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan
terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun (Report of WHO
Consultation, 2002). Sekitar 99.7% kanker leher rahim disebabkan oleh
infeksi HPV.
Kenapa wanita di Indonesia rentan terhadap kanker serviks?
Ada beberapa faktor penyebab, diantaranya:
- Menstruasi wanita di negara berkembang relatif lebih cepat dibandingkan negara lain.
- Menopause lebih lambat.
- Wanita usia menopause kini cenderung berusaha memperlambat proses alamiah itu demi kecantikan.
- Jumlah anak sedikit menyebabkan paparan terhadap hormon esterogen lebih panjang jadi resiko menjadi lebih besar.
- Terdapat faktor internal dan eksternal serta paparan zat kimia pada
makanan di kalangan masyarakat indonesia yang terkenal kurang higienis
dan terlalu banyak mengandung bahan pengawet, pewarna serta
monosodiumglutamat.
Kami masih muda, apakah harus khawatir mengenai kanker serviks?
Perlu diberikan pemahaman kepada semua perempuan bahwa kanker serviks
atau kanker leher rahim bisa menyerang siapa pun yang aktif secara
seksual. Artinya, meskipun belum menikah, jika perempuan tersebut telah
aktif secara seksual, maka ia pun berpotensi terkena dan mengembangkan
penyakit ini. Banyak hal yang menyebabkan perempuan berpotensi terkena
penyakit ini. Di antaranya adalah menikah muda (sebelum usia 20 tahun)
karena leher rahim belum siap menerima paparan dari luar, bergonta-ganti
pasangan seksual, kehamilan yang sering, merokok, atau sistem kekebalan
tubuh yang lemah. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang juga
menjadi penyebab lainnya.
Apakah ada hubungannya antara aktivitas seksual dengan resiko kanker serviks?
Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi aktivitas seksual
seseorang, semakin besar kemungkinan dia terinfeksi HPV. Walaupun ada
yang menyarankan bahwa HPV bias ditularkan tidak lewat hubungan seksual,
studi menunjukan bahwa perempuan yang belum pernah berhubungan seksual
jarang yang terifeksi HPV, dan ini bertentangan dengan pendapat mengenai
penularan nonseksual dari virus ini.
HPV, ‘makhluk’ apakah itu?
HPV = Human papilloma virus yang terdiri dari lebih 100 tipe, disebut
papilloma karena virus ini sering menimbulkan warts atau benigna (warts:
tumor epidermal yang disebabkan virus papilloma atau proliferasi jinak
mirip kutil). HPV yang menimbulkan warts (kutil) di tangan atau di kaki
berbeda tipe dengan yang menimbulkan di alat kelamin (genitalia) dan
beberapa tipe HPV sangat berkaitan erat dengan terjadinya kanker serviks
Siapa saja yang dapat tertular virus HPV?
Kisah mantan pasien HPV Balai Pengobatan Tradisional Ny.Djamilah Najmuddin
Kisah mantan pasien HPV Balai Pengobatan Tradisional Ny.Djamilah Najmuddin
Pria maupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual dengan orang
terinfeksi HPV, keduanya tidak akan menyadari dirinya terinfeksi, karena
HPV dapat berdiam lama tanpa menunjukan gejala. Seseorang dapat saja
terinfeksi HPV jauh setelah melakukan hubungan seksual. Orang yang
melakukan hubungan seksual diwaktu muda (usia 14-16 tahun) dan orang
memiliki pasangan seksual merupakan kelompok yang berpotensi tinggi
untuk terpapar virus HPV.
Mengapa wanita yang telah melakukan aktifitas seksual pada usia muda lebih mudah tertular HPV?
Wanita remaja usia 14-16 tahun masih mengalami perubahan hormon yang
besar, selama masa pubertas kondisi leher rahimnya masih immature (belum
berkembang sempurna) dan sel-sel rahimnya masih sangat aktif, oleh
sebab itu resiko terkena infeksi HPV meningkat.
Apakah HPV sama dengan HSV atau bahkan HIV?
Infeksi HPV tidak sama dengan infeksi HIV maupun HSV, meskipun
sama-sama ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV pada sebagian
orang tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, akan tetapi
berbeda dengan virus HPV menetap yang akan menimbulkan penyakit kanker
serviks.
Lalu apakah ada kaitan antara HIV dan kanker serviks?
Kaitan antara perubahan abnormal serviks (atau displasia) dan kanker
serviks berkaitan dengan HIV telah dikenal baik sejak tahun 1990-an.
Hasil penelitian dimasa itu bahwa sampai dengan 40 persen perempuan yang
terinfeksi HIV mengalami displasia leher rahim yang dikenali lewat tes
Pap, dibandingkan dengan hanya 17 persen di antara perempuan yang tidak
terinfeksi HIV. Di tahun 1993, centers for disease and prevention
amerika menyatakan, displasia leher rahim tingkat sedang dan berat
sebagai bukti awal dari infeksi HIV simptomatik. Terjadinya kanker
serviks yang menyebar adalah kondisi yang menetapkan AIDS.
Sekalipun demikian, bahkan diantara perempuan dengan HIV positif,
sebagian besar perempuan mengalami lasi leher termasuk pada tingkat
rendah. Seperti dalam populasi umum, banyak faktor tampaknya berpengaruh
risiko berkembangnya displasia leher rahim atau kanker pada perempuan
dengan HIV positif termasuk koinfeksi dengan HPV (dilaporkan sampai
setinggi 95 persen dalam populasi ini), jumlah CD4 rendah, dan jumlah
virus HIV tinggi.
Bagaimana gejala dan ciri-ciri kanker serviks ?
Kanker Serviks atau kanker leher rahim pada kebanyakan wanita tidak
menunjukkan gejala. Adapun gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Pendarahan tidak normal, yang bisa berupa pendarahan sesudah
berhubungan intim, pendarahan abnormal di luar waktu haid, dan
pendarahan sesudah menopause
2. Keluar cairan berwarna kekuningan dan berbau dari vagina
3. Sakit atau nyeri pada pinggul dan kaki
Apabila saya mengalami keputihan berlebih dan abnormal, apakah saya terkena kanker serviks?
Perlu diketahui bahwa memang keputihan merupakan salah satu gejala
kanker serviks, tetapi sebagian besar keputihan disebabkan oleh infeksi
baik itu jamur atau bakteri. Adapun kondisi keputihan yang tidak normal
bila terjadi indikasi sebagai berikut: Berbau, Berwarna kehijauan
(normal bening) dan terdapat rasa gatal, panas dan lain-lain. Sebaiknya
melakukan pemeriksaan dini ke laboratorium dalam mendeteksi kanker
serviks. Sementara lendir yang dihasilkan organ reproduksi wanita memang
dapat meningkat produksinya seiring secara normal dengan situasi
sebagai berikut:
- Sebelum menstruasi,
- Setelah menstruasi,
- Saat masa subur,
- Saat terangsang ketika melakukan hubungan seksual.
Bagaimana caranya mendeteksi kanker serviks?
Ada beberapa cara mendeteksi apakah seseorang telah terpapar kanker serviks atau tidak, diantaranya:
- Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA), merupakan skrining kanker
leher rahim yang dilakukan dengan melihat langsung leher rahim yang
telah dioles dengan larutan asam asetat. Skrining ini merupakan skrining
yang paling sederhana, cepat, dan murah.
- Pemeriksaan sitologi
(Pap Smear), adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim dimana
sampel diambil melalui liang vagina.
- Pemeriksaan HPV-DNA,
merupakan pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk
mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus (HPV) pada sel-sel yang
diambil dari leher rahim.
Saya tidak mau terkena kanker serviks, bagaimana cara pencegahannya?
Sebelum anda mencari-cari tips-tips pencegahan agar kita tidak terkena
kanker serviks atau kanker leher rahim, ada satu hal yang harus selalu
di ingat oleh kaum wanita dimanapun dan kapanpun bahwa “Organ kewanitaan
merupakan bagian yang sangat rentan terkena berbagai gangguan
kesehatan, karenanya harus dijaga dengan baik”.
Jika hal itu
kita tanamkan dengan baik dibenak seluruh wanita, hanya dengan hal itu
saja wanita akan terbebas dari kanker serviks. Menjaga kesehatan organ
vital kewanitaan, bukan hanya saja menjaga kebersihan atau kelembaban,
akan tetapi dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual-pun termasuk
menjaga kesehatan organ kewanitaan tersebut.
Sedangkan cara
pencegahan kanker serviks yang efektif bagi kelompok yang aktif secara
seksual adalah dengan melakukan vaksinasi HPV.
Apa itu vaksin HPV dan bagaimana cara kerjanya?
Vaksin bekerja dengan mengajari sistem kekebalan tubuh untuk mengenali
dan menyerang bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit dalam
badan manusia. Banyak jenis vaksin yang diberikan dewasa ini, pada
umumnya mulai diberikan tidak lama setelah bayi lahir dan berlanjut
sampai usia dewasa muda.
Metode pelatihan badan untuk mengenali
bakteri atau virus penyebab penyakit adalah dengan memaparkan sistem
kekebalan pada bagian dari bakteri atau virus utuh yang dilemahkan
sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit. Contoh klasik dari vaksin
yang dibuat dari virus yang tidak aktif adalah vaksin polio. Contoh
vaksin yang dibuat dari tiruan bagian dari virus adalah vaksin hepaiitis
B. Vaksin hepatitis B dibuat dengan menanamkan sebagian DNA virus
hepatitis B yang menyebabkan pertumbuhan dari bungkus luar virus
hepatitis B ke dalam sel binatang, sel binatang itu kemudian
menghasilkan banyak salinan bungkus luar virus tanpa partikel aktif
didalamnya. Kalau disuntikan, bungkus luar ini dikenali oleh sistem
kekebalan tubuh tanpa risiko berhubungan dengan penyakit sesungguhnya
dan kontak dengan vaksin ini menyebabkan tanggaptahapan kanker serviksan
kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh dalam tubuh belajar untuk
mengenali vaksin sehingga kalau seseorang terpapar dalam bakteri atau
virus penyebab penyakit yang sesungguhnya, memori tubuh memberikan
tanggapan sudah di siapkan dan dapat di hindari.
Vaksin kanker
serviks adalah vaksin yang dikembangkan untuk melindungi terhadap tipe
human papillomavirus (HPV) tertentu, HPV ditemukan dalam 100 persen
penderita kanker serviks. HPV dapat juga ditemukan dalam jumlah tinggi
dalam kanker penis, vagina, pukas, kepal dan leher, HPV dikaitkan dengan
kutil didaerah kelamin dan luka prakanker di leher rahim,vagina, dan
vagina, pukas.
Terdapat sekitar 100 jenis galur, atau tipe HPV
yang berbeda. Beberapa mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk
menyebabkan kanker, sementara yang lain mempunyai risiko yang lebih
tinggi untuk menimbulkan kutil di daerah kelamin atau perubahan
prakanker. HPV tipe 16 dan 18 mempunyai kaitan yang paling besar dengan
kanker serviks, bertanggung jawab untuk 75 persen dari semua kasus
kanker serviks batu. Jenis ini juga berkaitan dengan risiko tinggi dari
perubahan prakanker yang berat. HPV tipe 6 dan 11 sering dikaitkan
dengan kutil di daerah kelamin dan perubahan prakanker lain dengan kelas
yang lebih rendah.
Apakah setelah melakukan vaksinasi HPV, saya akan terbebas dari kanker serviks?
Vaksin HPV didesain untuk mencegah infeksi oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan
18. Sayangnya, terdapat banyak tipe lain yang dapat menyebabkan kanker
serviks dan juga kutil didaerah kelamin serta perubahan prakanker yang
lain dari leher rahim, vagina, atau pukas, dengan alasan itu, tes Pap
masih direkomendasikan sebagai metode pemeriksaan dini untuk penyakit.
Baiklah, setelah membaca artikel ini saya akan lebih menjaga organ kewanitaan saya, apakah ada tips-tips pencegahan lainnya?
Berikut tips-tips tambahan untuk pencegahan kanker serviks:
- Berperilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri dan
lingkungan, mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan tidak merokok.
- Bersihkan organ vital dengan air yang bersih.
- Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari.
- Jaga kelembaban organ kewanitaan anda
- Lakukan pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara rutin untuk deteksi dini kanker leher rahim.
Tahukah anda, semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula proses
kesembuhannya. Walaupun penyakit ini mengakibatkan kematian juga,
berdasarkan pengalaman pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin sejak tahun
1980, penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah
satu jenis kanker yang paling cepat disembuhkan dibandingkan dengan
jenis penyakit kanker lainnya. Walaupun demikian, mencegah lebih baik
daripada mengobati bukan? Sehingga, kami tegaskan sekali lagi, jagalah
dengan baik organ kewanitaan kalian.
Sumber Artikel: http:// www.djamilah-najmuddin.com/ kanker-serviks-pengobatan-ciri- ciri-gejala-dan-penyebab
Kanker Serviks merupakan salah satu dari sederet jenis kanker yang mematikan. Tetapi, bukan berarti, apabila anda terkena penyakit kanker serviks ini, sudah dapat dipastikan akan segera meninggal. Walaupun pengobatan kanker serviks cukup memakan waktu, kini dengan menggunakan metode pengobatan NY Djamilah Najmuddin, alhamdulillah penyakit HPV dan kanker serviks dapat ditangani dengan tuntas dan dapat dibuktikan dengan hasil laboratorium tentunya.
Walaupun penyakit ini dapat disembuhkan, bukan berarti anda tidak perlu mengetahui informasi mengenai penyakit kanker serviks, di bawah ini kami akan coba bahas secara lengkap dengan menggunakan metode tanya jawab yang sering di tanyakan oleh para pasien kami seputar kanker serviks dan penyebabnya. Semoga bermanfaat.
Apa itu kanker serviks?gambar kanker serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan yang menyerang leher rahim atau cervix, yaitu bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang sanggama (vagina).
Apakah kanker serviks menular?
Perlu digaris bawahi bahwa KANKER TIDAK MENULAR! Akan tetapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko berkembangnya kanker serviks. Salah satu yang paling penting adalah terinfeksi human papillomavirus (HPV), yang ditularkan lewat kontak seksual. Jadi, yang ditularkan bukan kanker serviks akan tetapi penyebabnya atau virus HPV tersebut. Sehingga kanker serviks tidak akan menular melalui jabat tangan, keringat, tukar menukar pakaian dll.
Lalu, penyebab kanker serviks itu apa?
Banyak faktor berkaitan dengan penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim . Di antara yang paling penting adalah terinfeksi human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi, sekarang dipahami mempunyai peran penting dalam perkembangan kanker serviks. Namun, di samping infeksi HPV, para peneliti telah mengenali sejumlah faktor lain yang penting bagi penyebab kanker serviks. Di antaranya adalah indikator dari aktivitas seksual, termasuk jumlah jumlah pasangan seksual, umur saat melakukan seksual pertama kali, berapa kali sudah hamil, dan sejarah penyakit menular seksual.
Faktor-faktor penyebab lain yang dikenali termasuk merokok, terpapar pada diethylstilbestrol sewaktu ibu Anda mengandung Anda, dan terifeksi human immunodeficiency virus (HIV). Akhirnya, pihak yang beresiko terpapar penyakit kanker serviks adalah perempuan yang sudah aktif secara seksual dan berusia lanjut.
Tiap daerah belahan dunia memiliki kecenderungan penyakit kanker yang berbeda-beda. Di Korea dan Jepang, didominasi penyakit kanker pada lambung. Di India, didominasi penyakit kanker pada oral/rongga mulut. Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain, penyakit kanker didominasi kaum wanita yaitu kanker serviks dan kanker payudara.
Tahukah anda bahwa kanker serviks (kanker leher rahim) adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun (Report of WHO Consultation, 2002). Sekitar 99.7% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV.
Kenapa wanita di Indonesia rentan terhadap kanker serviks?
Ada beberapa faktor penyebab, diantaranya:
- Menstruasi wanita di negara berkembang relatif lebih cepat dibandingkan negara lain.
- Menopause lebih lambat.
- Wanita usia menopause kini cenderung berusaha memperlambat proses alamiah itu demi kecantikan.
- Jumlah anak sedikit menyebabkan paparan terhadap hormon esterogen lebih panjang jadi resiko menjadi lebih besar.
- Terdapat faktor internal dan eksternal serta paparan zat kimia pada makanan di kalangan masyarakat indonesia yang terkenal kurang higienis dan terlalu banyak mengandung bahan pengawet, pewarna serta monosodiumglutamat.
Kami masih muda, apakah harus khawatir mengenai kanker serviks?
Perlu diberikan pemahaman kepada semua perempuan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim bisa menyerang siapa pun yang aktif secara seksual. Artinya, meskipun belum menikah, jika perempuan tersebut telah aktif secara seksual, maka ia pun berpotensi terkena dan mengembangkan penyakit ini. Banyak hal yang menyebabkan perempuan berpotensi terkena penyakit ini. Di antaranya adalah menikah muda (sebelum usia 20 tahun) karena leher rahim belum siap menerima paparan dari luar, bergonta-ganti pasangan seksual, kehamilan yang sering, merokok, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang juga menjadi penyebab lainnya.
Apakah ada hubungannya antara aktivitas seksual dengan resiko kanker serviks?
Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi aktivitas seksual seseorang, semakin besar kemungkinan dia terinfeksi HPV. Walaupun ada yang menyarankan bahwa HPV bias ditularkan tidak lewat hubungan seksual, studi menunjukan bahwa perempuan yang belum pernah berhubungan seksual jarang yang terifeksi HPV, dan ini bertentangan dengan pendapat mengenai penularan nonseksual dari virus ini.
HPV, ‘makhluk’ apakah itu?
HPV = Human papilloma virus yang terdiri dari lebih 100 tipe, disebut papilloma karena virus ini sering menimbulkan warts atau benigna (warts: tumor epidermal yang disebabkan virus papilloma atau proliferasi jinak mirip kutil). HPV yang menimbulkan warts (kutil) di tangan atau di kaki berbeda tipe dengan yang menimbulkan di alat kelamin (genitalia) dan beberapa tipe HPV sangat berkaitan erat dengan terjadinya kanker serviks
Siapa saja yang dapat tertular virus HPV?
Kisah mantan pasien HPV Balai Pengobatan Tradisional Ny.Djamilah Najmuddin
Kisah mantan pasien HPV Balai Pengobatan Tradisional Ny.Djamilah Najmuddin
Pria maupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual dengan orang terinfeksi HPV, keduanya tidak akan menyadari dirinya terinfeksi, karena HPV dapat berdiam lama tanpa menunjukan gejala. Seseorang dapat saja terinfeksi HPV jauh setelah melakukan hubungan seksual. Orang yang melakukan hubungan seksual diwaktu muda (usia 14-16 tahun) dan orang memiliki pasangan seksual merupakan kelompok yang berpotensi tinggi untuk terpapar virus HPV.
Mengapa wanita yang telah melakukan aktifitas seksual pada usia muda lebih mudah tertular HPV?
Wanita remaja usia 14-16 tahun masih mengalami perubahan hormon yang besar, selama masa pubertas kondisi leher rahimnya masih immature (belum berkembang sempurna) dan sel-sel rahimnya masih sangat aktif, oleh sebab itu resiko terkena infeksi HPV meningkat.
Apakah HPV sama dengan HSV atau bahkan HIV?
Infeksi HPV tidak sama dengan infeksi HIV maupun HSV, meskipun sama-sama ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV pada sebagian orang tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, akan tetapi berbeda dengan virus HPV menetap yang akan menimbulkan penyakit kanker serviks.
Lalu apakah ada kaitan antara HIV dan kanker serviks?
Kaitan antara perubahan abnormal serviks (atau displasia) dan kanker serviks berkaitan dengan HIV telah dikenal baik sejak tahun 1990-an. Hasil penelitian dimasa itu bahwa sampai dengan 40 persen perempuan yang terinfeksi HIV mengalami displasia leher rahim yang dikenali lewat tes Pap, dibandingkan dengan hanya 17 persen di antara perempuan yang tidak terinfeksi HIV. Di tahun 1993, centers for disease and prevention amerika menyatakan, displasia leher rahim tingkat sedang dan berat sebagai bukti awal dari infeksi HIV simptomatik. Terjadinya kanker serviks yang menyebar adalah kondisi yang menetapkan AIDS.
Sekalipun demikian, bahkan diantara perempuan dengan HIV positif, sebagian besar perempuan mengalami lasi leher termasuk pada tingkat rendah. Seperti dalam populasi umum, banyak faktor tampaknya berpengaruh risiko berkembangnya displasia leher rahim atau kanker pada perempuan dengan HIV positif termasuk koinfeksi dengan HPV (dilaporkan sampai setinggi 95 persen dalam populasi ini), jumlah CD4 rendah, dan jumlah virus HIV tinggi.
Bagaimana gejala dan ciri-ciri kanker serviks ?
Kanker Serviks atau kanker leher rahim pada kebanyakan wanita tidak menunjukkan gejala. Adapun gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Pendarahan tidak normal, yang bisa berupa pendarahan sesudah berhubungan intim, pendarahan abnormal di luar waktu haid, dan pendarahan sesudah menopause
2. Keluar cairan berwarna kekuningan dan berbau dari vagina
3. Sakit atau nyeri pada pinggul dan kaki
Apabila saya mengalami keputihan berlebih dan abnormal, apakah saya terkena kanker serviks?
Perlu diketahui bahwa memang keputihan merupakan salah satu gejala kanker serviks, tetapi sebagian besar keputihan disebabkan oleh infeksi baik itu jamur atau bakteri. Adapun kondisi keputihan yang tidak normal bila terjadi indikasi sebagai berikut: Berbau, Berwarna kehijauan (normal bening) dan terdapat rasa gatal, panas dan lain-lain. Sebaiknya melakukan pemeriksaan dini ke laboratorium dalam mendeteksi kanker serviks. Sementara lendir yang dihasilkan organ reproduksi wanita memang dapat meningkat produksinya seiring secara normal dengan situasi sebagai berikut:
- Sebelum menstruasi,
- Setelah menstruasi,
- Saat masa subur,
- Saat terangsang ketika melakukan hubungan seksual.
Bagaimana caranya mendeteksi kanker serviks?
Ada beberapa cara mendeteksi apakah seseorang telah terpapar kanker serviks atau tidak, diantaranya:
- Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA), merupakan skrining kanker leher rahim yang dilakukan dengan melihat langsung leher rahim yang telah dioles dengan larutan asam asetat. Skrining ini merupakan skrining yang paling sederhana, cepat, dan murah.
- Pemeriksaan sitologi (Pap Smear), adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim dimana sampel diambil melalui liang vagina.
- Pemeriksaan HPV-DNA, merupakan pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus (HPV) pada sel-sel yang diambil dari leher rahim.
Saya tidak mau terkena kanker serviks, bagaimana cara pencegahannya?
Sebelum anda mencari-cari tips-tips pencegahan agar kita tidak terkena kanker serviks atau kanker leher rahim, ada satu hal yang harus selalu di ingat oleh kaum wanita dimanapun dan kapanpun bahwa “Organ kewanitaan merupakan bagian yang sangat rentan terkena berbagai gangguan kesehatan, karenanya harus dijaga dengan baik”.
Jika hal itu kita tanamkan dengan baik dibenak seluruh wanita, hanya dengan hal itu saja wanita akan terbebas dari kanker serviks. Menjaga kesehatan organ vital kewanitaan, bukan hanya saja menjaga kebersihan atau kelembaban, akan tetapi dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual-pun termasuk menjaga kesehatan organ kewanitaan tersebut.
Sedangkan cara pencegahan kanker serviks yang efektif bagi kelompok yang aktif secara seksual adalah dengan melakukan vaksinasi HPV.
Apa itu vaksin HPV dan bagaimana cara kerjanya?
Vaksin bekerja dengan mengajari sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit dalam badan manusia. Banyak jenis vaksin yang diberikan dewasa ini, pada umumnya mulai diberikan tidak lama setelah bayi lahir dan berlanjut sampai usia dewasa muda.
Metode pelatihan badan untuk mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit adalah dengan memaparkan sistem kekebalan pada bagian dari bakteri atau virus utuh yang dilemahkan sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit. Contoh klasik dari vaksin yang dibuat dari virus yang tidak aktif adalah vaksin polio. Contoh vaksin yang dibuat dari tiruan bagian dari virus adalah vaksin hepaiitis B. Vaksin hepatitis B dibuat dengan menanamkan sebagian DNA virus hepatitis B yang menyebabkan pertumbuhan dari bungkus luar virus hepatitis B ke dalam sel binatang, sel binatang itu kemudian menghasilkan banyak salinan bungkus luar virus tanpa partikel aktif didalamnya. Kalau disuntikan, bungkus luar ini dikenali oleh sistem kekebalan tubuh tanpa risiko berhubungan dengan penyakit sesungguhnya dan kontak dengan vaksin ini menyebabkan tanggaptahapan kanker serviksan kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh dalam tubuh belajar untuk mengenali vaksin sehingga kalau seseorang terpapar dalam bakteri atau virus penyebab penyakit yang sesungguhnya, memori tubuh memberikan tanggapan sudah di siapkan dan dapat di hindari.
Vaksin kanker serviks adalah vaksin yang dikembangkan untuk melindungi terhadap tipe human papillomavirus (HPV) tertentu, HPV ditemukan dalam 100 persen penderita kanker serviks. HPV dapat juga ditemukan dalam jumlah tinggi dalam kanker penis, vagina, pukas, kepal dan leher, HPV dikaitkan dengan kutil didaerah kelamin dan luka prakanker di leher rahim,vagina, dan vagina, pukas.
Terdapat sekitar 100 jenis galur, atau tipe HPV yang berbeda. Beberapa mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menyebabkan kanker, sementara yang lain mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menimbulkan kutil di daerah kelamin atau perubahan prakanker. HPV tipe 16 dan 18 mempunyai kaitan yang paling besar dengan kanker serviks, bertanggung jawab untuk 75 persen dari semua kasus kanker serviks batu. Jenis ini juga berkaitan dengan risiko tinggi dari perubahan prakanker yang berat. HPV tipe 6 dan 11 sering dikaitkan dengan kutil di daerah kelamin dan perubahan prakanker lain dengan kelas yang lebih rendah.
Apakah setelah melakukan vaksinasi HPV, saya akan terbebas dari kanker serviks?
Vaksin HPV didesain untuk mencegah infeksi oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sayangnya, terdapat banyak tipe lain yang dapat menyebabkan kanker serviks dan juga kutil didaerah kelamin serta perubahan prakanker yang lain dari leher rahim, vagina, atau pukas, dengan alasan itu, tes Pap masih direkomendasikan sebagai metode pemeriksaan dini untuk penyakit.
Baiklah, setelah membaca artikel ini saya akan lebih menjaga organ kewanitaan saya, apakah ada tips-tips pencegahan lainnya?
Berikut tips-tips tambahan untuk pencegahan kanker serviks:
- Berperilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan tidak merokok.
- Bersihkan organ vital dengan air yang bersih.
- Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari.
- Jaga kelembaban organ kewanitaan anda
- Lakukan pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara rutin untuk deteksi dini kanker leher rahim.
Tahukah anda, semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula proses kesembuhannya. Walaupun penyakit ini mengakibatkan kematian juga, berdasarkan pengalaman pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin sejak tahun 1980, penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling cepat disembuhkan dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya. Walaupun demikian, mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Sehingga, kami tegaskan sekali lagi, jagalah dengan baik organ kewanitaan kalian.
Sumber Artikel: http://
seputar keputihan
pertanyaan :
Secara
umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga
berlaku bagi kesehatan organ intim, apalagi buat para perempuan dan
tinggal di daerah tropis. Udara yang panas cenderung lembab sering
membuat kita merasa gerah dan mudah berkeringat. Keringat ini membuat
tubuh kita lembab, terutama di bagian tubuh yang tertutup dan
lipatan-lipatan tubuh, yang akan menyebabkan bakteri mudah berkembang
biak, menimbulkan bau yang tidak sedap dan gatal serta menimbulkan
penyakit.
solusinya jagna terlalu banyak mkn yg berlendir misalnya timun..
tetp jaga kebersihn miss v..
Mbak aku mau tanya, aku dtang bulan ko ada lendir2 nya gtu ya mbak. Itu bahaya g' mbak?
jawaban :
Secara
umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga
berlaku bagi kesehatan organ intim, apalagi buat para perempuan dan
tinggal di daerah tropis. Udara yang panas cenderung lembab sering
membuat kita merasa gerah dan mudah berkeringat. Keringat ini membuat
tubuh kita lembab, terutama di bagian tubuh yang tertutup dan
lipatan-lipatan tubuh, yang akan menyebabkan bakteri mudah berkembang
biak, menimbulkan bau yang tidak sedap dan gatal serta menimbulkan
penyakit.
Kesehatan
organ intim (pada wanita) yakni vagina sangatlah penting. Vagina yang
sehat dan bersih memiliki keseimbangan kimiawi yang bersifat asam dengan
pH 3.5, dimana dalam situasi asam ini bakteri baik yang ada di dalam
vagina mampu membersihkan vagina secara optimal sehingga keseimbangan
kelembaban di vagina selalu terjaga. Keluhan yang sering dialami pada
vagina seperti rasa gatal, muncul bintik-bintik seperti jerawat,
keluarnya cairan keputihan (tidak normal) atau infeksi vagina lainnya
pada umumnya disebabkan karena kebersihan dan kelembaban vagina yang
sedang terganggu, salah satunya adalah di saat perempuan sedang
mengalami menstruasi dan keputihan.
Menjelang
atau disaat menstruasi, sebagian besar perempuan secara normal akan
mengalami keluarnya lendir keputihan. Jadi bisa dibayangkan, cairan
keputihan yang keluar beberapa hari menjelang menstruasi dan dilanjuti
dengan keluarnya darah menstruasi, tentunya kondisi seperti ini akan
meningkatkan resiko terganggunya keseimbangan kelembaban di daerah
vagina terlebih jika perempuan tidak memperhatikan kebersihan daerah
vagina dengan baik sehingga muncullah beragam keluhan seperti yang
dikatakan sebelumnya
pertanyaan :
Truz gmna solusinya mbak.
jawaban :
solusinya jagna terlalu banyak mkn yg berlendir misalnya timun..
dan kalua boleh saranin pakai crytsal x mb..
memang top sih mb hasilna..
tetp jaga kebersihn miss v..
1 hari minim 2 kali gnti CD mb,
kalau pas haid ya 4 kali ganti pembalut..
sebrnya dianjurkn per jam ganti mb
Minggu, 23 September 2012
Cara Sehat Dalam Perawatan Vagina
Pernahkah berpikir tentang adanya kotoran di dalam vagina, dan bagaimana cara pembersihan kotoran tersebut ?
Sebenarnya vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri dengan mengandalkan koloni bakteri normal yang menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam dan di sekitar alat vital. Namun, sayang keseimbangan dapat terganggu bila pemiliknya tidak begitu peduli dengan organnya.
Nah, sekarang saya akan membagikan beberapa tips dalam cara sehat merawat vagina anda.
1. Bilaslah vagina dengan Sanitizer
Semprotkan ke dalam vagina dan dengan bahan aktif yang terkandung, pasti akan melumpuhkan bakteri, kuman serta jamur, sanitizer ini biasa digunakan dibawah pengawasan okter.
2. Laser
Laser ini seperti yang terdapat di mata Cylops Mutant, yaitu sinar diarahkan dan ditembakkan ke dalam vagina untuk membunuh kuman.
3. Ozon - Terapi
Terapi ozon ini menggunakan suatu alat yang namanya vaginal insuflation. Prosesnya adalah ozon dimasukkan ke dalam vagina dalam takaran khusus yang nantinya akan berlaku sebagai disinfektan yang bisa membunuh kuman bakteri.
4. Uap Hangat
Perawatan ini seperti memberikan aroma sensasi uap hangat ke vagina yang bertujuan untuk relaksasi. (Tidak mencegah penyakit)
5. Gurah Vagina
JANGAN MENGGUNAKAN METODE INI
6. Spa Vagina
Ini sama seperti spa yang biasa dilakukan untuk tubuh, namun spa ini dikhususkan untuk diterapkan pada bagian vagina saja.
7. Kuras Vagina
Ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. Langkah ini menjadi tindakan awal supaya jamur atau kuman tidak merembet sampai ke rongga rahim atau saluran telur yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa menyebabkan munculnya kanker.
Sebab itu wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatannya. Supaya tidak repot, penderita bisa mendatangi klinik semacam Klinik Pasutri atau Pusat Pelayanan Keluarga yang memberi pelayanan mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium serta membersihkan vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya sampai tuntas.
Caranya, ujung vagina sampai rongga rahim diteropong dengan speculum. Dengan alat penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam betadin ini, tindakan “kuras” dilakukan. Tidak perlu takut, karena tindakan ini sederhana dan tidak menyiksa. Usai hasil lab diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat. Bisa berupa obat minum, bisa juga tablet yang dimasukkan ke lubang vagina.
Setelah 3 bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek ulang. Para ibu yang menghadapi masalah dengan pasangan sehubungan dengan kasus ini bisa sekalian berkonsultasi. Para wanita yang menderita keputihan, acap kali kambuh penyakitnya karena kurang diobati tuntas. Mengobati daerah sekitar vagina saja belum cukup, sebaiknya sampai ke bagian dalam.
Sebenarnya vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri dengan mengandalkan koloni bakteri normal yang menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam dan di sekitar alat vital. Namun, sayang keseimbangan dapat terganggu bila pemiliknya tidak begitu peduli dengan organnya.
Nah, sekarang saya akan membagikan beberapa tips dalam cara sehat merawat vagina anda.
1. Bilaslah vagina dengan Sanitizer
Semprotkan ke dalam vagina dan dengan bahan aktif yang terkandung, pasti akan melumpuhkan bakteri, kuman serta jamur, sanitizer ini biasa digunakan dibawah pengawasan okter.
2. Laser
Laser ini seperti yang terdapat di mata Cylops Mutant, yaitu sinar diarahkan dan ditembakkan ke dalam vagina untuk membunuh kuman.
3. Ozon - Terapi
Terapi ozon ini menggunakan suatu alat yang namanya vaginal insuflation. Prosesnya adalah ozon dimasukkan ke dalam vagina dalam takaran khusus yang nantinya akan berlaku sebagai disinfektan yang bisa membunuh kuman bakteri.
4. Uap Hangat
Perawatan ini seperti memberikan aroma sensasi uap hangat ke vagina yang bertujuan untuk relaksasi. (Tidak mencegah penyakit)
5. Gurah Vagina
JANGAN MENGGUNAKAN METODE INI
6. Spa Vagina
Ini sama seperti spa yang biasa dilakukan untuk tubuh, namun spa ini dikhususkan untuk diterapkan pada bagian vagina saja.
7. Kuras Vagina
Ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. Langkah ini menjadi tindakan awal supaya jamur atau kuman tidak merembet sampai ke rongga rahim atau saluran telur yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa menyebabkan munculnya kanker.
Sebab itu wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatannya. Supaya tidak repot, penderita bisa mendatangi klinik semacam Klinik Pasutri atau Pusat Pelayanan Keluarga yang memberi pelayanan mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium serta membersihkan vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya sampai tuntas.
Caranya, ujung vagina sampai rongga rahim diteropong dengan speculum. Dengan alat penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam betadin ini, tindakan “kuras” dilakukan. Tidak perlu takut, karena tindakan ini sederhana dan tidak menyiksa. Usai hasil lab diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat. Bisa berupa obat minum, bisa juga tablet yang dimasukkan ke lubang vagina.
Setelah 3 bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek ulang. Para ibu yang menghadapi masalah dengan pasangan sehubungan dengan kasus ini bisa sekalian berkonsultasi. Para wanita yang menderita keputihan, acap kali kambuh penyakitnya karena kurang diobati tuntas. Mengobati daerah sekitar vagina saja belum cukup, sebaiknya sampai ke bagian dalam.
Nah, sekian itu dulu aja deh buat sore ini. Terima kasih sudah menyimak. Saya berharap anda akan semakin ahli dalam melakukan perawatan vagina agar hubungan juga semakin intim :D
Kunjungi juga
http://www.kompasiana.com/whateverjeezCiuman dalam Pacaran: antara fakta dan mitos
Sahabatku… pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina yaitu zina mata, zina tangan, zina hati, zina kaki, zina mulut, dll. Kamu dapat berdalih bahwa bisa kok terbebas dari zina-zina itu ketika pacaran. Tetapi remaja jaman sekarang gitu loh!!. Kalau nggak pegangan tangan atau ciuman maka akan disebut ketinggalan jaman.Masak, gitu sih? Ayolah kita analisis.
Istilah pacaran berasal dari kata “pacar” yang mendapat imbuhan “-an”. Kata “pacar” berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno). Artinya: “calon pengantin”. Kata ini kemudian mendapat akhiran “-an” yang bermakna kegiatan. Jadi, pacaran adalah aktivitas persiapan menikah.
Gimana kalo pacarannya ditujukan untuk having fun, ikut-ikutan teman, biar keren, biar gaul, tanpa ada niatan sama sekali untuk menikah?Yach, kalo gitu sih pacarannya menyimpang dari pengertian yang sesungguhnya. Coba deh, kita bandingin ama shalat. Menurut tuntunan aslinya, tujuan shalat adalah mengingat Allah. (Lihat QS Thaahaa [20]: 14.) Gimana kalo shalatnya ditujukan untuk sok alim, tanpa ada niatan sama sekali untuk mengingat Allah. Kalo gini sih shalatnya menyimpang dari pengertian yang sesungguhnya.
Begitu pula kalo pacarannya disertai dengan “mendekati zina”, seperti ciuman. Ini pun tergolong menyimpang. Sebab, pacar itu ‘kan baru sebatas calon pengantin. (Sekali lagi, ingatlah arti kata “pacar” dalam pengertian aslinya.) Nanti kalau sudah jadi pengantin, maksudku sudah terjadi akad nikah antara kedua pihak, baru deh kita boleh ciuman sepuas-puasnya.
Terus, apakah pacaran tanpa mendekati zina itu bukannya sekadar dalih untuk membela diri?Yeeii…. Mau mengikuti jalan yang islami kok dibilang dalih. Enak aja! Mestinya kita dukung, dong! Jangan malah memelihara prasangka buruk! Apa nggak takut dosa lantaran prasangka buruk? Nggak lucu deh bila kita hendak mencegah orang lain berbuat dosa (dengan mendekati zina) tapi diri kita sendiri malah mengundang dosa (dengan menyebarluaskan prasangka buruk). Ironis gitu loh!
Bukannya pacaran tanpa ciuman itu ketinggalan zaman?Memang, pacaran ala Nabi Muhammad saw. dan Khadijah r.a. tidaklah disertai dengan ciuman atau pun perbuatan nista lainnya. Begitu pula pacaran ala Ibnu Hazm al-Andalusi dan ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Semuanya terjadi pada berabad-abad yang lalu. Kalo mengikuti teladan beliau-beliau itu dibilang ketinggalan zaman, biar deh. Biar kuno, asal selamat (dunia-akhirat).
Lagian, hasil penelitian ilmiah yang obyektif (bukan prasangka yang subyektif) menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita yang pacaran di zaman sekarang ini melakukannya tanpa ciuman. Jadi, pernyataan “pacaran tanpa ciuman ketinggalan zaman” itu merupakan mitos yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Nah, kini sikap kita terhadap mitos terserbut sebaiknya gimana?Jika kita turut menyebarkan mitos tersebut, maka kita berdosa lantaran menyebarkan prasangka buruk yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, berusaha mengenyahkan mitos jelek tersebut insya’ Allah akan membuahkan pahala dari sisi Allah SWT. Sebab, para pelaku pacaran akan semakin termotivasi untuk tidak lakukan ciuman (atau pun perbuatan nista lainnya), apalagi sampai kecanduan ciuman pacar.
Nah, mau menambah dosa atau pahala?
Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya
ustadz tolong saia ustadz sebelum saia terus melakukannya… berdosakah saia bila saya melakukan hal ini: bila saia kangen sama pacar saia berimaginasi bahwa bantal guling atau kasur seolah pacar saia. sehingga saia memeluk, mencium, ‘mestubui’, aneh memang tapi itulah yang saia lakukan. saia merasakan kepuasan tersendiri saat melakukannya, bahkan sampai ‘tumpah’ dan mesti mandi besar. saia melakukan hal tsb tentunya karena tidak berani melakukan dengan pacar saia. sekian…terimakasih ustadz.Mengenai hukum onani/masturbasi, sebagian besar ulama mengharamkannya. Sebagian ulama seperti Imam Hanbali dan Ibnu Hazm menghalalkannya. Sedangkan ulama-ulama Hanafiah membolehkannya dalam keadaan “takut berbuat zina” dan “tidak mampu kawin”. (Lihat Halal dan Haram dalam Islam.)
Di sini aku tidak hendak memperdebatkan hukumnya. Aku lebih tertarik untuk mengemukakan solusinya. Cara-cara untuk mengatasi kecanduan masturbasi itu diantaranya sepuluh langkah berikut ini.
1) Yang terpenting, yakinlah bahwa kau mampu mengatasi masalah ini. Kau sudah mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu, tentulah kau juga mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani.
Untuk memperkuat keyakinan diri itu, biasakanlah diri mengucap dzikir yang relevan, seperti: “Tetapi di sisi Allah-lah tempat kembali terbaik.” (QS Ali ‘Imran [3]: 14)
2) Cari tahulah apa saja keadaan-keadaan dirimu yang memicu dirimu membiasakan diri melakukan masturbasi. Misalnya, kau biasa bermasturbasi setiap kali merasa kesepian, bosan, atau tertekan (stres). Kalau memang begitu, waspadalah dirimu setiap kali berada dalam keadaan begitu.
Dalam keadaan begitu, tanamkanlah kembali keyakinanmu bahwa kau mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani. Atasilah berbagai keadaan yang tidak nyaman itu dengan solusi lain yang tidak bersifat seksual. Misalnya dengan cara berdzikir.
3) Temukanlah sebab-sebab mengapa kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu. Lalu berlakukanlah hal-hal yang relevan dengan kasus kebiasaan masturbasimu. Misalnya, kalau kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu karena kau menghargai dirinya setinggi-tingginya, maka hargailah juga dirimu sendiri setinggi-tingginya.
4) Hindari menyendiri! Selalulah bersama orang lain (yang tidak membangkitkan rangsangan seksual), kecuali bila terpaksa.
Bila terpaksa menyendiri, misalnya di kamar mandi, jangan berlama-lama! Lima menit sudah cukup.
Bila kau membutuhkan waktu yang relatif lama ketika menyendiri (misalnya di kamar mandi) lantaran berbagai aktivitas sekaligus, pisahkanlah aktivitas-aktivitas itu. Jadi, mandi, keramas, gosok gigi, dan lain-lain, hendaknya dilakukan dalam waktu yang tidak bersamaan.
5) Di tempat tidur, singkirkanlah jauh-jauh guling dan barang-barang lain yang dapat kau gosok-gosokkan ke alat kelaminmu. Selain itu, pakailah celana dan baju tertentu yang membuatmu sulit bermain-main dengan alat kelaminmu.
Setiap kali kau merasa nafsu birahimu memuncak di tempat tertentu (misalnya di kamar mandi atau tempat tidur), beranjaklah dari situ. Pergilah ke tampat lain. Temuilah orang-orang, ngobrollah tentang apa saja yang jauh dari rangsangan seksual.
6) Di mana pun, hindari pornografi atau pun yang semi porno. Jagalah pandangan mata dan pendengaran telingamu dari segala yang membangkitkan birahi.
7) Setiap kali bangun tidur, segeralah bangkit dengan penuh antusias. Jangan bermalas-malasan.
8) Sibukkanlah dirimu dengan berbagai aktivitas yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual. Utamakanlah aktivitas yang dilakukan bersama orang lain.
Misalnya, kau suka membaca buku dan main catur. Ketika kau merasa nafsu seksualmu bangkit alias terangsang, lebih baik main catur bersama orang lain daripada membaca buku sendirian.
9) Sibukkanlah juga pikiranmu dengan berbagai hal yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual.
10) Bila perlu, mintalah bantuan profesional dari ahlinya, seperti psikolog dan psikiater.
Langganan:
Postingan (Atom)